Seniman Lukis Yogyakarta

Affandi

Affandi adalah salah satu pelukis Indonesia yang paling terkenal. Dia adalah salah satu anggota pendiri PERSAGI, sebuah asosiasi para seniman Indonesia. Dia juga mendirikan dua organisasi seni di tahun 1940-an: “Komunitas Seniman” dan “Seniman Rakyat.” Pada tahun 1950 ia melakukan perjalanan di India. Ia mengadakan sejumlah pameran satu orang di sana, dan di Inggris, Perancis, Belgia, Italia dan Belanda, di mana ia melanjutkan perjalanannya. Meskipun dia otodidak, setelah kembali ke Indonesia pada tahun 1955 ia mulai mengajar melukis di Akademi Seni Rupa Indonesia di Yogyakarta.

Affandi kemudian pergi ke Honolulu untuk berpartisipasi dalam East-West Centre Artis-dalam program-Residence. Dia telah menerima penghargaan untuk karyanya, termasuk Penghargaan Seni Indonesia dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1969 dan Medali Emas oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1978.

Affandi (1907-1990; Cirebon, Jawa Barat) adalah seorang seniman otodidak. Dari 1951-1956 ia melakukan perjalanan dan mengadakan pameran di seluruh India, Inggris, Belanda Belgia, Perancis, dan Italia, kemudian dia mengajar seni lukis patung di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI, Indonesian Academy of Fine Arts) di Yogyakarta, Jawa Tengah.

Pada tahun 1973 didirikan Museum Affandi di kediamannya di Yogyakarta. karya Affandi yang sangat ekspresionis dan dinamis.

Penghargaan yang diterima : Piagam Anugerah Seni (Indonesia, 1969), doktor kehormatan (University of Singapore, 1974), Dag Hammarskjoeld, International Peace Prize (Florence, Italia, 1997), Bintang Jasa Utama (Indonesia, 1978). Koleksi: East-West Center (Honolulu, Hawaii). Pameran: Museum of Modern Art (Rio de Janeiro, Brazil, 1966), East-West Center (Honolulu, 1988), Festival Indonesia (USA, 1990-1992), Gate Foundation (Amsterdam, Belanda, 1993), Singapore Art Museum (1994), Centre for Strategic dan International Studies (Jakarta, 1996) Indonesia-Jepang Friendship Festival (Morioka, Tokyo, 1997), ASEAN Masterworks (Selangor, Kuala Lumpur, Malaysia, 1997-1998).

Contoh karyanya :

Djoko Pekik

Satu pelukis yang namanya moncer di percaturan seni rupa moderen ialah Djoko Pekik.Pria berperawakan kurus yang secara keseluruhan nampak karikatural ini sering tampil trendi dengan pakaian-pakaian berwarna mencolok lengkap dengan supenden serta telpon genggam di tangannya. Djoko Pekik yang berbicara apa adanya, ceplas-ceplos dengan gaya punokawan, kadang-kadang naif yang semakin mempertegas citra dan identitas dirinya.

Djoko Pekik dilahirkan di Purwodadi, Grobongan, Jawa tengah tahun 1938. Tahun 1957 ia masuk Akademik Seni rupa Indonesia “ASRI” yang sekarang bernama Fakultas Seni Rupa Indonesia. Kurang puas belajar seni rupa di akademik maka ia pun nyemplung ke “Sanggar Bumi Tarung”,salah satu sanggar di antara banayak sanggar kesenian yang menjamur pada saat itu.Dan berkat sanggar pula satu karya lukisnya masuk dalam lima besar yang mendapat penghargaan dalam sebuah kesempatan pameran tingkat nasional yang diselenggarakan oleh LEKRA di bekas stand pasar malam Rusia dekat Jembatan Semanggi Jakarta pada tahun 1964.

Persinggungannya dengan Sanggar Bumi Tarung dan LEKRA yang berorientasi kerakyatan dengan jagoan-jagoan politik yang sangat keras dan mengarah pada aksi-aksi anti imprialisme, anti kolonialisme,anti kapitalisme dan anti feodalisme ini.Karena adanya perubahan-perubahan arah politik pemerintahan.Akhirnya mengharuskan dia menjadi tahanan politik dan smpat mendekam beberapa tahun di balik jeruji besi Benteng Vredeburg, yang pada waktu itu berfungsi sebagai rumah tahanan.

Dewasa ini Pekik adalah pelukis yang karyanya banyak diburu kolektor dalam maupun luar negri. Hal ini bertolak belakang dengan masa-masa saat ia baru keluar dari jeruji besi tanpa proses pengadilan,saat ini ia terpaksa nyambi menerima jahitan dan menjual lurik logro untuk menghidupi istri dan anaknya.Seolah malikgrembyang saat ini harga lukisannnya sangat fantastis.Ada orang yang berani membayar 1 M untuk satu lukisannya.Lukisan Djoko pekik makin diburu orang meski harganya terus melambung.Di sisi lain muncul plagiat-plagiat dengan karya aspal yang marak dengan nama “Djoko Pekikan” yang harga pelukisannya sekitar Rp.250.000.

Keunikan Djoko Pekik ialah terletak pada kemampuannya mengubah kata-kata sumpah-serapah menjadi subyek-subyek utama dan pendukung dalam suasana-suasana yang terbentuk dari bercampurnya ironi,konflik,kelakar,kelucuan dan sensualitas. Lebih jauh Dwi Maryoto menulis:Djoko pekik mampu menyulap ekspresi-ekspresi pisuhan menjadi komoditas.Dibenaknya wanita canti ialah yang pakai kebayak berkain panjang dan rambutnya disanggul,model rambut tradisional jawa.

Beberapa karya Djoko Pekik diantaranya ialah: Tukang Becak Main kartu(1988), WTS nagih Janji(1966), Radja Celeng(1996) dan Indonesia 1998 Berburu Celeng (1998).Karena konsistensinya dalam Realisme Sosialis inilah maka Asri Wright sdalam bukunya “Soul,Spririt,and Mountain” menempatkan Djoko Pekik dalam jajaran tokoh-tokoh pelukis Realisme Sosialis.

Djoko Pekik dapat diformulasikan kriteria-kriteria bagaimana sebuah lukisan dapat diminati orang banyak, Formulasi dari kriteria itu adalah:

1. Berbobot

2. Ada sejarah Khusus yang melingkupi seniman dengan karya dan karya yang dimaksut

3. Karya itu dan seluk-beluk yang melingkupi seniman kreatornya terpublikasikan secara luas

4. Ada tidaknya wahyu yang jatuh pada seniman tersebut

Saat ini Djoko pekik sedang mengendong Bejo ini bersama keluarganya tinggal di Desa Sembungan,Tamantirto,Kasihan Bantul,Yogyakarta.

Contoh karyanya :

Basoeki Abdullah

Basoeki Abdullah (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 25 Januari 1915 – meninggal 5 November 1993 pada umur 78 tahun) adalah salah seorang maestro pelukis Indonesia. Ia dikenal sebagai pelukis aliran realis dan naturalis. Ia pernah diangkat menjadi pelukis resmi Istana Merdeka Jakarta dan karya-karyanya menghiasi istana-istana negara dan kepresidenan Indonesia, disamping menjadi barang koleksi dari berbagai penjuru dunia.

Bakat melukisnya terwarisi dari ayahnya Abdullah Suryosubro yang juga seorang pelukis dan penari. Sedangkan kakeknya adalah seorang tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional Indonesia pada awal tahun 1900-an yaitu Doktor Wahidin Sudirohusodo. Sejak umur 4 tahun Basoeki Abdullah mulai gemar melukis beberapa tokoh terkenal diantaranya Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, Yesus Kristus dan Krishnamurti.

Pendidikan formal Basoeki Abdullah diperoleh di HIS Katolik dan Mulo Katolik di Solo. Berkat bantuan Pastur Koch SJ, Basoeki Abdullah pada tahun 1933 memperoleh beasiswa untuk belajar di Akademik Seni Rupa (Academie Voor Beeldende Kunsten) di Den Haag, Belanda, dan menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun dengan meraih penghargaan Sertifikat Royal International of Art (RIA).

Pada masa Pemerintahan Jepang, Basoeki Abdullah bergabung dalam Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat yang dibentuk pada tanggal 19 Maret 1943. Di dalam Gerakan Poetra ini Basoeki Abdullah mendapat tugas mengajar seni lukis. Murid-muridnya antara lain Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia) dan Zaini (pelukis impresionisme). Selain organisasi Poetra, Basoeki Abdullah juga aktif dalam Keimin Bunka Sidhosjo (sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-sama Affandi, S.Sudjoyono, Otto Djaya dan Basoeki Resobawo.

Di masa revolusi Bosoeki Abdullah tidak berada di tanah air yang sampai sekarang belum jelas apa yang melatarbelakangi hal tersebut. Jelasnya pada tanggal 6 September 1948 bertempat di Belanda Amsterdam sewaktu penobatan Ratu Yuliana dimana diadakan sayembara melukis, Basoeki Abdullah berhasil mengalahkan 87 pelukis Eropa dan berhasil keluar sebagai pemenang.

Lukisan “Balinese Beauty” karya Basoeki Abdullah yang terjual di tempat pelelangan Christie’s di Singapura pada tahun 1996.

Sejak itu pula dunia mulai mengenal Basoeki Abdullah, putera Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia. Selama di negeri Belanda Basoeki Abdullah sering kali berkeliling Eropa dan berkesempatan pula memperdalam seni lukis dengan menjelajahi Italia dan Perancis dimana banyak bermukim para pelukis dengan reputasi dunia.

Basoeki Abdullah terkenal sebagai seorang pelukis potret, terutama melukis wanita-wanita cantik, keluarga kerajaan dan kepala negara yang cenderung mempercantik atau memperindah seseorang ketimbang wajah aslinya. Selain sebagai pelukis potret yang ulung, diapun melukis pemandangan alam, fauna, flora, tema-tema perjuangan, pembangunan dan sebagainya.

Basoeki Abdullah banyak mengadakan pameran tunggal baik di dalam negeri maupun di luar negeri, antara lain karyanya pernah dipamerkan di Bangkok (Thailand), Malaysia, Jepang, Belanda, Inggris, Portugal dan negara-negara lain. Lebih kurang 22 negara yang memiliki karya lukisan Basoeki Abdullah. Hampir sebagian hidupnya dihabiskan di luar negeri diantaranya beberapa tahun menetap di Thailand dan diangkat sebagai pelukis Istana Merdeka dan sejak tahun 1974 Basoeki Abdullah menetap di Jakarta.

Basoeki Abdullah selain seorang pelukis juga pandai menari dan sering tampil dengan tarian wayang orang sebagai Rahwana atau Hanoman. Ia tidak hanya menguasai soal kewayangan, budaya Jawa di mana ia berasal tetapi juga menggemari komposisi-kompasisi Franz Schubert, Beethoven dan Paganini, dengan demikian wawasannya sebagai seniman luas dan tidak Jawasentris.

Basoeki Abdullah menikah empat kali. Istri pertamanya Yoshepin (orang Belanda) tetapi kemudian berpisah, mempuny Basoeki Abdullah (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 25 Januari 1915 – meninggal 5 November 1993 pada umur 78 tahun) adalah salah seorang maestro pelukis Indonesia. Ia dikenal sebagai pelukis aliran realis dan naturalis. Ia pernah diangkat menjadi pelukis resmi Istana Merdeka Jakarta dan karya-karyanya menghiasi istana-istana negara dan kepresidenan Indonesia, disamping menjadi barang koleksi dari berbagai penjuru dunia.

Bakat melukisnya terwarisi dari ayahnya Abdullah Suryosubro yang juga seorang pelukis dan penari. Sedangkan kakeknya adalah seorang tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional Indonesia pada awal tahun 1900-an yaitu Doktor Wahidin Sudirohusodo. Sejak umur 4 tahun Basoeki Abdullah mulai gemar melukis beberapa tokoh terkenal diantaranya Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, Yesus Kristus dan Krishnamurti.

Pendidikan formal Basoeki Abdullah diperoleh di HIS Katolik dan Mulo Katolik di Solo. Berkat bantuan Pastur Koch SJ, Basoeki Abdullah pada tahun 1933 memperoleh beasiswa untuk belajar di Akademik Seni Rupa (Academie Voor Beeldende Kunsten) di Den Haag, Belanda, dan menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun dengan meraih penghargaan Sertifikat Royal International of Art (RIA).

Pada masa Pemerintahan Jepang, Basoeki Abdullah bergabung dalam Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat yang dibentuk pada tanggal 19 Maret 1943. Di dalam Gerakan Poetra ini Basoeki Abdullah mendapat tugas mengajar seni lukis. Murid-muridnya antara lain Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia) dan Zaini (pelukis impresionisme). Selain organisasi Poetra, Basoeki Abdullah juga aktif dalam Keimin Bunka Sidhosjo (sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-sama Affandi, S.Sudjoyono, Otto Djaya dan Basoeki Resobawo.

Di masa revolusi Bosoeki Abdullah tidak berada di tanah air yang sampai sekarang belum jelas apa yang melatarbelakangi hal tersebut. Jelasnya pada tanggal 6 September 1948 bertempat di Belanda Amsterdam sewaktu penobatan Ratu Yuliana dimana diadakan sayembara melukis, Basoeki Abdullah berhasil mengalahkan 87 pelukis Eropa dan berhasil keluar sebagai pemenang.

Lukisan “Balinese Beauty” karya Basoeki Abdullah yang terjual di tempat pelelangan Christie’s di Singapura pada tahun 1996.

Sejak itu pula dunia mulai mengenal Basoeki Abdullah, putera Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia. Selama di negeri Belanda Basoeki Abdullah sering kali berkeliling Eropa dan berkesempatan pula memperdalam seni lukis dengan menjelajahi Italia dan Perancis dimana banyak bermukim para pelukis dengan reputasi dunia.

Basoeki Abdullah terkenal sebagai seorang pelukis potret, terutama melukis wanita-wanita cantik, keluarga kerajaan dan kepala negara yang cenderung mempercantik atau memperindah seseorang ketimbang wajah aslinya. Selain sebagai pelukis potret yang ulung, diapun melukis pemandangan alam, fauna, flora, tema-tema perjuangan, pembangunan dan sebagainya.

Basoeki Abdullah banyak mengadakan pameran tunggal baik di dalam negeri maupun di luar negeri, antara lain karyanya pernah dipamerkan di Bangkok (Thailand), Malaysia, Jepang, Belanda, Inggris, Portugal dan negara-negara lain. Lebih kurang 22 negara yang memiliki karya lukisan Basoeki Abdullah. Hampir sebagian hidupnya dihabiskan di luar negeri diantaranya beberapa tahun menetap di Thailand dan diangkat sebagai pelukis Istana Merdeka dan sejak tahun 1974 Basoeki Abdullah menetap di Jakarta.

Basoeki Abdullah selain seorang pelukis juga pandai menari dan sering tampil dengan tarian wayang orang sebagai Rahwana atau Hanoman. Ia tidak hanya menguasai soal kewayangan, budaya Jawa di mana ia berasal tetapi juga menggemari komposisi-kompasisi Franz Schubert, Beethoven dan Paganini, dengan demikian wawasannya sebagai seniman luas dan tidak Jawasentris.

Basoeki Abdullah menikah empat kali. Istri pertamanya Yoshepin (orang Belanda) tetapi kemudian berpisah, mempunyai anak bernama Saraswati. Kemudian menikah lagi dengan Maya Michel (berpisah) dan So Mwang Noi (bepisah pula). Terakhir menikah dengan Nataya Narerat sampai akhir hayatnya dan mempunyai anak Cicilia Sidhawati

Basoeki Abdullah tewas dibunuh perampok di rumah kediamannya pada tanggal 5 November 1993. Jenasahnya dimakamkan di Desa Mlati, Sleman, Yogyakarta.

ai anak bernama Saraswati. Kemudian menikah lagi dengan Maya Michel (berpisah) dan So Mwang Noi (bepisah pula). Terakhir menikah dengan Nataya Narerat sampai akhir hayatnya dan mempunyai anak Cicilia Sidhawati

Basoeki Abdullah tewas dibunuh perampok di rumah kediamannya pada tanggal 5 November 1993. Jenasahnya dimakamkan di Desa Mlati, Sleman, Yogyakarta.

Contoh karyanya :

Raden Saleh

Lukisan Raden Saleh yang berjudul “Badai” ini merupakan ungkapan khas karya yang beraliran Romatisme. Dalam aliran ini seniman sebenarnya ingin mengungkapkan gejolak jiwanya yang terombang-ambing antara keinginan menghayati dan menyatakan dunia (imajinasi) ideal dan dunia nyata yang rumit dan terpecah-pecah. Dari petualangan penghayatan itu, seniman cenderung mengungkapkan hal-hal yang dramatis, emosional, misterius, dan imajiner. Namun demikian para seniman romantisme sering kali berkarya berdasarkan pada kenyataan aktual.

Dalam lukisan “Badai” ini, dapat dilihat bagaimana Raden Saleh mengungkapkan perjuangan yang dramatis dua buah kapal dalam hempasan badai dahsyat di tengah lautan. Suasana tampak lebih menekan oleh kegelapan awan tebal dan terkaman ombak-ombak tinggi yang menghancurkan salah satu kapal. Dari sudut atas secercah sinar matahari yang memantul ke gulungan ombak, lebih memberikan tekanan suasana yang dramatis.

Walaupun Raden Saleh berada dalam bingkai romantisisme, tetapi tema-tema lukisannya kaya variasi, dramatis dan mempunyai élan vital yang tinggi. Karya-karya Raden Saleh tidak hanya sebatas pemandangan alam, tetapi juga kehidupan manusia dan binatang yang bergulat dalam tragedi. Sebagai contoh adalah lukisan “Een Boschbrand” (Kebakaran Hutan), dan “Een Overstrooming op Java” (Banjir di Jawa), “Een Jagt op Java” (Berburu di Jawa) atau pada “Gevangenneming van Diponegoro” (Penangkapan Diponegoro). Walaupun Raden Saleh belum sadar berjuang menciptakan seni lukis Indonesia, tetapi dorongan hidup yang diungkapkan tema-temanya sangat inspiratif bagi seluruh lapisan masyarakat, lebih-lebih kaum terpelajar pribumi yang sedang bangkit nasionalismenya.

Noto Soeroto dalam tulisannya “Bi het100” Geboortejaar van Raden Saleh (Peringatan ke 100 tahun kelahiran Raden Saleh), tahu 1913, mengungkapkan bahwa dalam masa kebangkitan nasional, orang Jawa didorong untuk mengerahkan kemampuannya sendiri. Akan tetapi, titik terang dalam bidang kebudayaan (kesenian) tak banyak dijumpai. Untuk itu, keberhasilan Raden Saleh diharapkan dapat membangkitkan perhatian orang Jawa pada kesenian nasional.

Contoh karyanya :

About arifnurhidayat97
jagoar and rahasia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

FoxieSite

Hanyalah sebuah situs kecil yang bermakna

Dhantelo's Blog

Semuanya Ada Disini..

felindaerinoka

Just another WordPress.com site

Sippirilli's Blog

Just another WordPress.com weblog

chaicharisma

Just another WordPress.com site

Hanifa_13_17

Don't give up.

"Welcome to My Blog"

hidup masivers

Welcome to koprata blog

Just another WordPress.com site

Welcome to Gema's blog

Just another WordPress.com site

FARID SHARE

Just my simple share

Hi ! Welcome to my site :)

Just another WordPress.com site

σοφός blog "gaming PC"

Just another WordPress.com site

PlayKPOP

Hope You Can Find Something You Looking For

Mixxedtape

On finding joy, peace, balance and confidence

Maninblue1947's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Written on the Wind

Dancing Clouds...Sleeping Moon

Free Web Service

Free Web Service - All For Free

Real News World Wide

News World Wide, Real News Worldwide, News World Wide, Verified News, Infowars.com, realnewsworldwide.com, world news, headline news, best news

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: